Cara Jitu Trading Forex Menggunakan Indikator Flexy Trend.
Materi belajar cara trading forex kali ini kita akan mengulas panduan lengkap cara jitu trading forex menggunakan indikator Flexy Trend yang dapat telah dapat Anda baixar gratis no site ini.
Penggunaan indikator trading ini dapat digunakan untuk beberapa teknik trading, baik itu teknik trading menggunakan M15 maupun H4. Kali ini saya akan membagikan trik pengaturan indikator Flexy Trend sehingga dapat digunakan untuk trading forex menggunakan teknik swing trading.
Flexy Tendência tendência merupakan indikator seguindo seperti halnya linha de tendência (garis tren) namun indikator ini bergerak lebih fleksibel sehingga terkadang terjadi repaint. Gambaran dasar indikator ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Cara Trading Forex Menggunakan Indikator Flexy Trend di H4.
Dengan memasang indikator ini di Time Frame H4 maka strategi trading yang digunakan adalah strategi swing trading sehingga hanya memungkinkan melakukan aberto posisi sekali atau dua kali saja dalam satu minggu, bahkan bisa saja dalam dua minggu hanya satu kali aberto posisi.
Berikut ini 3 langkah untuk melakukan configuração indikator Flexy Trend yang cukup akurat untuk digunakan dalam trading forex.
Setelah chart metatrader terbuka pada frame de tempo H4, pasang indikator Flexy Trend dengan settingan dibawah ini. Comerciantes Ingat, Time Frame H4.
Nilai bars_back = 125 merupakan nilai default indikator ini. Karena pada langkah 1 ini untuk mengetahui bagaimana arah tren di Time Frame H4 maka nilai bars_back tidak perlu diubah. Sedangkan warna indikator akan disetting warna merah.
Setelah klik OK, maka tampilan akan terlihat seperti gambar dibawah ini:
Dari gambar diatas, terlihat jelas bahwa tren di Time Frame H4 adalah down tendência, atau tren turun. Maka kita akan memberikan pernyataan bahwa & # 8220; Pada jangka menengah (4 Jam-an), tren sedang menurun & # 8221 ;.
Ok, kalau tren jangka menengah sedang menurun, tapi koq arahnya sedang trend naik? Apakah benar tren sedang turun?
Trading forex memang sangat kompleks sehingga membutuhkan analisa dan ketelitian. Maka untuk menjawab keraguan ini kita perlu melihat apakah tren jangka pendek (Dibawah Time Frame H4) juga sedang terjadi trend turun.
Selanjutknya kita pasang lagi indikator Flexy Trend ke dalam chart Time Frame H4, kali ini untuk melihat tendência di time frame lebih kecil yaitu H1. Caranya adalah dengan membagi nilai bars_back yang semula 125 menjadi 31. Nilai 31 ini diperoleh dengan membagi 125/4 yaitu sekitar 31.
Dengan kata lain, jika bars_back di Timer Frame H4 adalah 125 maka bars_back di Time Frame H1 adalah 1/4 dari nilai bars_back H4 sehingga didapatlah 31.24 dibulatkan menjadi 31.
Untuk time frame lebih kecil yaitu H1, kita beri warna hijau untuk membedakan dengan garis indikator Flexy Trend di H4. Sehingga setelah langkah 2 selesai dilakukan akan terlihat seperti dibawah ini:
Dari gambar diatas terlihat bahwa GBP / USD pada time frame H1 memang terjadi tren naik tetapi pergerakannya memiliki kemungkinan balik turun terlihat pada bentuk garis indikator Flexy Trend warna hijau melengkung kebawah.
Jadi dari langkah 1 dan langkah 2 dapat kita buat pernyataan bahwa & # 8220; Par GBP / USD tren jangka menengah mengalami penurunan, sedangkan tren jangka pendek sedang naik tetapi jika dilihat dari indikator Flexy Trend, tren kemungkinan akan bener benar turun. & # 8221;
Ok, trem jangka menengah sedang turun namun tren jangka pendek terlihat sedang naik, walaupun sudah terlihat tanda-tanda harga akan turun. Saya belum yakin apakah harus comprar atau vender. Beri saya data pendukung lagi.
Baiklah, sekarang kita lihat bagaimana arah gerakan tren jangka panjang, yaitu di Time Frama D1 apakah tren sedang turun, ataukah naik. Selanjutknya perlu kita setting indikator Flexy Trend dengan mengubah nilai bars_back menjadi 750.
Mudah saja, jika bars_back di time frame 4 jam adalah 125, maka jika time frame 1 hari (24 jam) merupakan 4 jam x 6 sehingga nilai bars_back time frama D1 jika dilihat di time frame H4 adalah 125 x 6 = 750.
Sehingga hasilnya setelah dipasang ketiga configuração akan terlihat seperti dibawah ini.
Jika dilihat dari gambar diatas maka dapat dilakukan analisa bahwa dua tren yaitu tren jangka panjang (garis Biru) dan tren jangka menengah (garis Merah) sedang turun, sedangkan tendência jangka pendek (garis Hijau) masih terlihat tren naik walaupun terjadi perlemahan.
Dari gambar diatas dapat kita buat pernyataan bahwa & # 8220; Terdapat 2 kekuatan besar sedang mengarah turun (garis merah dan biru), sedang 1 kekuatan kecil sedang naik namun dalam kondisi melemah (melengkung kebawah pada garis warna hijau). & # 8221;
Dengan demikian pada kasus GBP / USD kali ini kemungkinan (prediksi) par mata uang ini akan turun namun dengan dua skisee seperti gerakan garis putih dan garis kuning yang telah tergambar diatas. Yaitu bahwa harga akan bergerak naik (bullish) terlebih dahulu hingga menuju garis merah atau garis biru kemudian melanjutkan tren turun (bearish).
VENDA atau COMPRAR?
Pada studi kasus GBP / USD kali ini, aberto posisi yang paling memungkinkan adalah VENDE namun menunggu hingga terkonfirmasi setelah vela menyentuh garis warna merah atau warna biru serta garis indikator flexy tendência warna hijau telah berubah arah menjadi tren turun (melengkung kebawah).
Strategi trading ini perlu dilakukan latihan terlebih dahulu di akun demo sebelum menggunakannya pada akun riil karena bisa saja tidak cocok dengan teknik trading yang sedang Anda gunakan sekarang.
Jika Anda masih kesulitan melakukan configuração indikator seperti pada artikel ini, Anda dapat mendownload template pada tombol dibawah ini, namun tentu saja Anda harus memiliki indikator Flexy Trend di dalam metatrader Anda.
Penting untuk diingat bahwa setting indikator Flexy Trend ini hanya digunakan pada Time Frame H4, sehingga jika digunakan pada Time Frame lain perlu dilakukan penyesuaian nilai bars_back.
Inilah Forex.
Teknik Jitu Trading Forex Scalping Dengan ADX Dan Mudança Média.
Di kesempatan ini saya akan membahas teknik ADX dan Moving Average sesuai dengan pengalaman pribadi saya yang hasilnya lumayan rentável untuk akumulasi mingguan, asalkan bisa melaksanakan rule-nya dengan disiplin.
Trading Forex Scalping Dengan ADX Dan Moving Average.
Indikator Yang Dibutuhkan:
Período exponencial médio em mudança 7 dan Aplicar para fechar Período exponencial médio médio 21 dan Aplicar para fechar o índice médio de movimento direcional atau ADX periode 14 (padrão) ADX Line = untuk mengukur kekuatan Tendência ADX DI - = untuk mengukur kekuatan Vendedor ADX DI + = untuk mengukur kekuatan Comprador.
Ilustrasinya, apabila ADX Line bergerak keatas de ADX DI - Cross up ADX DI + berarti harga cenderung Baixa / tendência de baixa, dan sebaliknya jika ADX Line bergerak keatas de ADX DI + Cross up ADX DI - berarti harga cenderung Aumento / tendência de alta.
Strategi Trading Forex Scalping Dengan ADX Dan Média Móvel:
Calendário M15 All Pair, tapi saran saya gunakan Par principal saja Mercado Hindari Sideway Gunakan Money Management yang bijak, di Mbah Google banyak hehehe Disiplin.
EMA 7 Cruzar EMA 21 ADX DI + Cruzar ADX DI - Sair ketika sinyal sudah berbalik arah EMA 7 Cruzar EMA 21 ADX DI - Cruzar ADX DI + Exitar ketika sinyal sudah berbalik arah.
Berikut penampakan strateginya dengan EMA 7 berwarna rosa e EMA 21 berwarna merah:
No comments:
Post a Comment